Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts

Thursday, August 12, 2010

MP Blog - Do'a Anak


Dulu mungkin mudah sekali untuk mengetahui dengan pasti kapan saja tahlilan akan diadakan di dalam keluarga orangtua saya. Angka-angka yang sudah sangat signifikan dengan penyelenggaraan tahlilan itu adalah, 3 malam pertama, malam hari ke 7, ke 40, 100 hari, setahun dan 1000 hari. Saat orang tua saya masih lengkap sepertinya tidak ada masalah dalam menentukan kapan perlu tahlilan. Tapi sejak ibu saya meninggal, mulailah terlihat ada pengurangan jumlah tahlilan. Mungkin karena ayah saya termasuk orang yang praktis dan jarang sekali mau repot dengan urusan yang dianggapnya sepele. Jadi beliau mulai menyaring angka-angka yang dulunya sudah mentradisi dalam keluarga.

Sejak ayah saya meninggal beberapa waktu lalu, mulai lagi terlihat akan adanya pemaprasan tahlilan oleh para generasi penerusnya. Bukan hanya karena sifat praktis yang sudah terlanjur diturunkan ke sebagian dari kami, anak-anaknya, namun juga adanya perbedaan prinsip di antara kami di pelbagai segi seperti agama, kultur dan sosial. Pengaruh dari "pasangan" pun menjadi faktor terjadinya perubahan ini mengingat beberapa dari mereka memang punya latar belakang didikan keluarga & adat yang berbeda. Saya sendiri memang pernah mencoba mencari info tentang hukumnya tahlilan dan sempat membaca tentang adanya pengharaman tahlilan oleh kalangan/aliran tertentu.

Meskipun sempat juga ada seorang ustadz dan beberapa sesepuh kami yang menganjurkan agar kami mengundang para kerabat dekat & mengirimkan do'a bersama untuk mendiang ayah saya, namun akhirnya kami memutuskan untuk tidak menyelenggarakannya di hari ke 40 melainkan di hari ke 100 yg mungkin dalam konteks yang lebih besar. Saya sendiri memang bukan tipe orang yang senang kumpul-kumpul, apalagi dengan kerabat yang notabene tidak sulit untuk ditemui. Jadi bagi saya, duduk sendiri di sebuah ruangan yang tenang sambil mengirimkan do'a-do'a kepada ayah (dan ibu) saya akan lebih khusu' dan nikmat. Saya pikir tanpa perlu menggalang pasukan pengirim do'a, insya Allah do'a saya bisa diterima & dikabulkan Yang Maha Kuasa. Kali ini, 40hr mangkatnya ayah kami akan ditandai dengan acara buka puasa & do'a bersama hanya di kalangan kami saja, anak & cucu beliau. Biar bagaimanapun, do'a yang paling mustajab itu khan do'a anak sendiri.




Wednesday, August 11, 2010

MP Blog - Cinta Ramadhan


Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Bulan penuh berkah dimana semua amal kebaikan yang kita lakukan akan terbalas dengan pahala yang berlipat. Banyak sekali orang yang mengakui keistimewaannya namun apakah mereka memang sudah memperlakukannya sebagai bulan yang istimewa?. Buktinya, meskipun telah menahan lapar & haus, mencoba memperbanyak ibadah dan berusaha menghindari diri dari perbuatan yang negatif, tetap saja saat Ramadhan berlalu masih banyak yang tidak merasa akan ditinggalkan sesuatu yang istimewa. Bahkan kepergiannya sering disambut dengan kelegaan karena masa ujian telah berakhir. Kehadirannya memang terkesan istimewa karena memang penyambutannya selalu disiapkan sejak dini. Namun ketika akan beranjak pergi, orang justru ramai-ramai siap menyambut kehadiran Lebaran & Syawalnya, yang siap menggantikan Ramadhan.

Alkisah sepasang insan yang tengah jatuh cinta berniat hendak menguji keabsahan & kekuatan cinta mereka. Seiring dengan datangnya tuntutan untuk berpuasa, mereka lalu membuat kesepakatan untuk tidak berkomunikasi sekalipun selama bulan Ramadhan yang telah di ambang pintu. Mereka bertekad untuk lebih berkonsentrasi pada pengamalan makna Ramadhan itu sendiri. Apapun yang akan terjadi pada perasaan mereka nanti seusai Ramadhan menjadi penentu kelanjutan atau berakhirnya kisah cinta mereka. Mereka sadar bahwa hanya cinta sejatilah yang akan mempertemukan mereka lagi. Kalaupun akan bertemu lagi perpisahan ini tidaklah lama... hanya 1 bulan. Mungkin juga mereka tidak akan bertemu lagi. 1 bulan saja terasa berat bagi mereka, apalagi jika nantinya mereka memang tak akan bertemu lagi. Maka perpisahanpun tetap dilakukan namun dengan sangat berat hati dan diiringi rasa nelangsa & mata yang berkaca-kaca. That's the power love...

Perpisahan dengan bulan Ramadhan akan berlangsung untuk waktu yang jauh lebih lama. Itupun masih dengan adanya kemungkinan tidak akan bertemu lagi nanti. Lalu jika perpisahan dengan Ramadhan terasa biasa-biasa saja, apakah berarti cinta pada Ramadhan juga datar-datar saja? Adakah kita termasuk yang mengaku sangat cinta pada bulan Ramadhan namun tidak merasa berat untuk berpisah dengannya? Jadi seberapa besar kekuatan cintanya itu?